Lagi-Lagi Tagihan Internet 900.000 rupiah

Walaupun cuman sebentar, tapi rasanya sudah lama banget gw tidak posting blog. Seperti sudah setahun. (lol)
Sebenarnya ada alasan khusus kenapa beberapa hari ini aku gak online laptop gw ini. Modemku juga gak kepakai.
THE BIGGEST PROBLEM IS “Tagihan Internet gw Melonjak lagi”. Gw jadi trauma gitu. Walaupun gak sebesar kemarin, tapi lumayan banyaklah.





Tagihan internet gw sekarang menjadi 900 ribuan, dan belum kubayar sepeserpun. Sedangkan yang 1.100.000 rupiah kemarin sudah gw bayar. Dalam 2 bulan saya habis tagihan internet 2 jutaan lebih. Coba bayangin deh. Saya jadi begitu-begitu trauma, jika melihat laptop gw, melihat modem gw, sama melihat nama Ru** Su******( nama seseorang yang....). Bagaimana jika ini tidak berakhir untuk yang ke 2 kalinya? Bagaimana jika ada tagihan yang ke 3 kalinya yang jumlahnya tidak seperti yang saya inginkan.
Apakah ada hikmah di balik semua yang terjadi ini? Apakah Tuhan menyuruh saya berhenti untuk internetan? Apa perdulinya kepada saya?
Ok. Sepertinya saya harus menerima ini untuk yang kedua kalinya. Walaupun sekarang saya gak punya uang untuk melunasi semua ini. Mungkin saya bisa berhutang pada temen temen saya.
Apa pelajaran yang saya petik dari sini. Gak tahu.

Argh!!!???#@€$%^*(&^&^$!!!##@#.
-AS-

tell me

Suatu ketika ada orang bilang sesuatu ke saya. Kemudian saya bilang "hah". Terus dia bilang tidak jadi. Kemudian di waktu yang lain ada orang lagi bertanya pada sesuatu kepada saya. Saya juga kemudian bilang " Ha ?". Dia tidak jadi bertanya lagi (dengan muka jengkel)
Seolah-olah saya tidak mendengarkan.
Ok. Mungkin ini disebut "tell me" [telat mikir], lelet, o'on dan sembarang lah. Jika ada orang berkata sesuatu sebenarnya kita ini mendengarkan. Kita tahu apa yang mereka katakan. Kita hanya memastikan. Apakah ini disebut lambat dalam menanggapi situasi. Sebenarnya apakah ada yang salah pada diri kita. Mungkin orang tidak begitu mengerti tentang kita. Dan apakah ini menjadi kekurangan kita di mata orang lain. Mungkin juga kita bisa dianggapa kurang sopan. Apakah saya salah jika berkata seperti yang saya ucapkan diawal tadi. Saya tahu apa yang dicapkan si pembicara. Kita hanya menanggapi bahwa kita mendengarkan apa yang dia katakan. Bukannya kita bertanya bahwa kita tidak mendengar. Atau mungkin juga kita hanya memastikan bahwa yang dia katakan sesuai dengan pendengaran kita. Tapi dia menganggap kita kurang pendengaran. Padahal telinga saya bisa dibilang masih bagus, walaupan juga mungkin sudah ada hearing loss pada diri saya. Pas medical check up terakhir juga saya kira masih bagus. Meskipun saya kira ada suara yang tertinggal. Dan saya telat menekan tombol. Tapi sampai sejauh ini tidak ada pemberitahuan untuk saya.
hufh. Padahal tadi saya bingung mau posting apa. Eh, malah jadi kayak gini. Sembarang menekan tombol saja. (lol)

with confuse,
-AS-

Closed for Winter




Seperti biasa saya menonton film ini telat. Saya menontonnya dari DVD, dan tentu saja ini film lama. Film ini sejenis film drama keluarga. Film ini menceritakan kehidupan seorang wanita yang mempunyai kakak perempuan ketika kecil yang kemudian menghilang. Film ini mengisahkan kehidupannya sampai dewasa dengan di bayang-bayangi hilangnya kakaknya tersebut. Sedangkan ibunya seorang yang aneh, karena dia mengumpulkan kliping-kliping tentang anaknya yang hilang. Dan tidak seperti ibu kebanyakan. Sedangkan ayahnya tidak tahu kemana. Waktu kecil dia dengan kakaknya pergi ke pantai yang jaraknya sangat dekat dengan rumah mereka. Dan sejak saat itu dia tidak melihat kakak perempuannya lagi.

Hinga ia dewasa ia tidak tahu kemana kakaknya berada. Dan ia juga tidak tahu rahasia di baliknya. Karena suatu peristiwa akhirnya ia tahu bahwa kakaknya tidak pergi kemanapun. Namun waktu itu dai mengalami kecelakaan kecil. Yang kemudian dirahasiakan oleh ibunya. Dia begitu sedih.

Begitulah hal-hal yang ku dapat dari film buatan Australia Selatan ini.

picture taken from Google

With smile,

-AS-