Menangis Indonesiaku

7:02:00 AM

Ruyati...
Akhir-akhir ini lagi santer-santernya berita tentang Ruyati. Siapa yang tidak tahu Ruyati. Dia adalah TKW dari Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. Bukan uang yang didapatnya setelah bekerja sampai umurnya 55 tahun, namun hukuman pancung yang harus dia terima. Dan apa yang menyebabkan dia harus dihukum mati seperti itu. Kalau dilihat dari mata hukum Indonesia, tidak ada hal-hal yang seperti itu. Alasannya kenapa dia harus dihukum mati adalah karena dia telah membunuh majikannya sendiri. Yang harus dipertanyakan adalah kenapa dia ( si Ruyati alh,) bisa membunuh majikannya sendiri, pasti ada sebabnya. Jika diturut mungkin tidak akan selesai kalau saya yang memikirkannya sendiri.
Apakah pengiriman TKI ke luar negeri harus diberhentikan? Padahal TKI merupakan pemasukan devisa terbesar. Sepertinya itu tidak akan mungkin terjadi. Dan tentu saja sebenarnya masih banyak Ruyati-ruyati yang lain di Timur Tengah sana secara khususnya, belum yang ada di Malaysia, Taiwan dan negara-negara lainnya.
Kembali ke masalah Indoneia sendiri, melihat dari peraturan pemerintah yang diberlakukan di luar negeri. Seperti halnya adanya Hukum Pancung , pasti juga hal seperti ini tak mudah terjadi di negeri ini. Padahal kalau hukum bisa ditegakkan seperti itu, pasti amanlah negeri ini dari yang namanya Korupsi yang merajalela. Namun hukum juga tidak harus sarah sasaran seperti yang terjadi pada nenek-nenek yang sudah tua, hanya gara-gara mencuri 3 buah kakao dari tentangganya saja harus diangkat ke meja hijau. Apa tidak ada rasa perikemanusiaan. Yang perlu ditanyakan, kenapa nenek yang miskin itu harus mengambil buah dari tetangga kalo saja pemerintah ini mau memperhatikan kehidupan nenek itu yang sebenarnya.
Indoneisa...
Bagaimanapun engkau adalah negeriku. Aku tidak berhak memaki-makimu. Namanya hidup ada saja cara-cara yang tidak halal hanya untuk melampiaskan nafsu duniawi yang tidak ada habsinya jika dituruti. Mungkin ini bisa jadi pemikiran kita semua agar semua bisa jadi lebih baik, terutama untuk negeri tercinta ini.
Indonesiaku Bangkitlah...

You Might Also Like

0 coments